Paku Jalan Bikin Tidak Nyaman?

Sebuah cuplikan berita di kota Malang yang di ambil dari malang post di bawah ini mengenai paku marka jalan yang dipasang ternyata menuai protes dari pengguna jalan. Kabar ini barangkali bisa jadi evaluasi bagi pihak terkait untuk pemasangan paku marka jalan

---------
Selain mempertimbangkan mubazir tidaknya pemasangan paku jalan tahap lanjutan mengacu alokasi APBD 2013 senilai Rp 900 juta, Pemkot Malang dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) selaku satker proyek paku jalan hendaknya juga mempertimbangkan aspek fungsional marka kejut bersistem solar cell tersebut.
Pasalnya, selama ini keberadaan paku jalan berbentuk bulat itu sering menuai protes dari pengguna jalan, utamanya para pengendara kendaraan roda dua. Sebagian yang pernah melindas paku jalan mengaku hampir terjatuh. “Bisa bikin sepeda motor oleng. Syukur-syukur tidak sampai jatuh,” beber pengendara motor bernama Haryanto.
Menurut pemuda asal Kaliurang itu, bukan maksudnya sengaja melanggar pembatas jalan sehingga sampai melindas paku jalan yang ada. “Dalam momen tertentu, para pengendara motor seperti saya terpaksa melewati batas jalan. Akibatnya jadi mengenai paku jalan itu. Bentuknya itu membahayakan, apalagi saat hujan. Licin sekali,” gerutunya.

Dengan bentuk membulat dan menonjol beberapan centimeter ke permukaan jalan, paku jalan yang diimpor dari Cina seharga Rp 460 ribu per unit tersebut memang rawan menjadi biang kecelakaan. Bila tak hati-hati dan sampai menerjang paku jalan itu, pengendara kendaraan roda dua bisa terjatuh karena laju kendaraannya menjadi tidak seimbang.

Pakar transportasi ITN Malang, Ir Nusa Sebayang MT menyangsikan aspek kenyamanan berkendara akibat adanya paku jalan. “Harus diperhatikan efektifitas fungsinya. Kalau untuk jalan lokal saja, apa perlu paku jalan dengan bentuk seperti itu? Mungkin baik diterapkan di daerah lain, tapi belum tentu efektif diterapkan di Kota Malang,” terangnya kepada Malang Post.

Dosen Teknik Sipil itu menilai bentuk paku jalan yang ada saat ini cukup mengganggu segi kenyamanan para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. “Segi kenyamanannya tidak memenuhi. Terutama bagi sepeda motor. Karena muncul ke permukaan cukup tinggi beberapa milimeter daripada paku jalan biasa,” bebernya.
Meski begitu, Nusa tetap memperingatkan para pengendara agar lebih berhati-hati. Karena, bagaimanapun paku jalan tersebut didesain sebagai marka kejut pembatas jalan agar tidak dilanggar oleh siapapun yang melintas. “Kondisi lalu lintas di kota ini volume nya semakin tinggi. Wajar bila perlu adanya upaya penertiban,” sebut pakar transportasi ini.
Faktor pribadi pengemudi berikut karakter masing-masing bakal tercermin saat tengah mengemudi di jalanan. Yang tidak bisa tertib tentu saja akan merasakan akibatnya. “Berganung bagaimana kedisiplinannya mematuhi rambu-rambu. Setidaknya memang perlu penegakan hukum lebih ketat lagi,” imbuh Nusa.
Tentu saja kondisi ini bisa menjadi masukan bagi Dishub dan pihak kontraktor untuk mempertimbangkan apakah masih perlu melanjutkan pemasangan paku jalan berbentuk bulat dan bisa menyala saat hari gelap tersebut. Bisa saja nantinya disesuaikan dengan paku jalan yang lebih pipih agar kenyamanan pengendara tidak terganggu dan tetap berfungsi sebagaimana mestinya. (tom/nug)


Sumber : http://www.malang-post.com  Tanggal 14 Juli 2013

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Ada beberapa yang harus diklarifikasi dari berita tersebut:
1. Paku jalan bulat  biasanya berbahan tempered glass, dan tidak ada yang memakai solar cell, karena penyinaran yang bersifat reflektif.

Paku Jalan
Paku MarkaJalan Tempered Glass - Ilustrasi

2. Paku jalan bulat kaca dipakai untuk area yang memerlukan pembatas jalan yang memancarkan sinar
3. Paku Jalan dengan bahan tempered glass dibuat di lalu lintas dengan kendaraan yang cukup berat. Kelas tonase paku marka jalan ini ada 25 Ton, 45 Ton, hingga 65 Ton.
4. Sesuai dengan poin nomor 4, maka bisa diambil kesimpulan bahwa paku marka jalan tidak cocok untuk daerah lalu lintas yang sebagian besar dilalui kendaraan kecil dengan maksimal kendaraan yang lewat truk besar 2 sumbu (dengan jumlah berat yang diizinkan adalah 16 Ton)