Arti Marka Jalan - Jenis Garis Marka Jalan

Marka jalan non mekanik, merupakan tanda garis di permukaan jalan dengan menggunakan cat sebagai panduan bagi pengguna lalu lintas. Bahan cat marka jalan  dapat dikelompokkan atas  cat biasa, cat thermoplastik, dan cold plastic. 

1. Cat biasa, biasanya merupakan marka jalan yang dapat dengan cepat hilang, sehingga hanya baik digunakan pada bagian jalan yang jarang dilewati oleh kendaraan.
2. Thermoplastic, adalah bahan yang digunakan pada arus lalu lintas yang tinggi, penerapannya dilakukan dengan pemanasan material marka jalan kemudian dihamparkan dijalan dengan menggunakan aplikator cat marka jalan.
3. Cold-plastic, seperti termoplastik digunakan pada jalan dengan arus yang tinggi, menggunakan resin dan pengeras yang dicampurkan sebelum penghamparan dijalan dengan menggunakan  alat sprayer


Pengelompokan Garis Marka

Marka membujur adalah tanda yang sejajar dengan sumbu jalan. Marka membujur yang dihubungkan dengan garis melintang yang dipergunakan untuk membatasi ruang parkir pada jalur lalu lintas kendaraan, tidak dianggap sebagai marka jalan membujur.

Marka Putus-putus : Fungsi garis marka jalan ini mengingatkan pengemudi diperbolehkan berpindah jalur/lajur.




Marka Utuh: Arti garis marka jalan ini pengemudi tidak diperbolehkan berpindah jalur/lajur, ibaratnya ini adalah sebuah penghalang solid. Selain itu sebagai tepi dari jalur lalu lintas.





Marka Putus-putus : Menjelang Marka Utuh:  Jenis garis marka jalan ini sebagai peringatan ada garis marka utuh





 Marka Garis Ganda Putus-putus dan Utuh: Lalu lintas yang berada pada sisi garis putus-putus dapat melintasi garis ganda tersebut tetapi lalu lintas yang berada pada sisi garis utuh dilarang melintasi garis ganda tersebut.



Marka Melintang
Marka melintang adalah tanda yang tegak lurus terhadap sumbu jalan, seperti pada garis henti di Zebra cross atau di persimpangan





 

Marka Lambang
Marka lambang adalah tanda yang mengandung arti tertentu untuk menyatakan peringatan, perintah dan larangan untuk melengkapi atau menegaskan maksud yang telah disampaikan oleh rambu lalu lintas atau tanda lalu lintas lainnya.


Ukuran Tanda Membujur
- Lebar garis utuh maupun putus-putus pada marka membujursekurang-kurangya 0,10 meter
- Panjang garis utuh sekurang-kurangnya 20 meter
-Jarak antara 2 (dua) garis membujur yang berdampingan atau garis ganda, sekurang-kurangnya 0,1 meter dan tidak lebih dari 0,18 meter

- Panjang masing-masing garis pada garis putus-putus harus sama, berdasarkan kecepatan rencana :
a. kurang dari 60 km per jam, panjang garis putus-putus 3,0 meter;
b. 60 km per jam atau lebih, panjang garis putus-putus 5,0 meter.

- Panjang celah diantara garis putus-putus harus sama, berdasarkan kecepatan rencana :
a. kurang dari 60 km perjam, panjang celah garis putus-putus 5,0 meter;
b. 60 km perjam atau lebih, panjang celah garis putus-putus 8,0 meter.

-Ukuran panjang garis putus-putus dan panjang celah
a. Panjang garis putus-putus yang digunakan untuk mengarahkan arus lalu lintas sekurang-kurangnya 1 meter dengan jarak celah antara 2 (dua) sampai 4 (empat) kali panjang garis dan tidak boleh lebih dari 12 meter.
b. Panjang garis pada garis putus-putus yang digunakan sebagai peringatan sekurang-kurangnya 2 (dua) atau tidak lebih 4 (empat) kali dari jarak celahnya.

-Lebar Batas Tepi Jalan
Lebar garis tepi jalur lalu lintas sekurang-kurangnya 0,10 meter, dan pada jalan tol sekurang-kurangnya 0,15 meter.

-Panjang Garis Putus-putus Peringatan
Panjang garis peringatan berupa garis putus-putus sebelum suatu garis utuh sekurang-kurangnya 50 meter

Ukuran Tanda Melintang
- Lebar garis berhenti sekurang-kurangnya 0,20 meter dan paling lebar 0,30 meter.
- Bila garis berhenti dilengkapi dengan perkataan “Stop” yang dituliskan di permukaan jalan, jarak antara puncak huruf pada tulisan “STOP” dan garis berhenti, 1 meter sampai dengan 2,5 meter
- Lebar garis ganda putus-putus sebagai garis berhenti untuk mendahulukan kendaraan lain sekurang-kurangnya 0,20 meter, panjang 0,60 meter jarak antar garis putus yang membujur dan yang melintang 0,30 meter.
- Jarak antara alas segitiga yang sejajar dengan garis tanda melintang berupa garis berhenti ialah antara 1 meter sampai dengan 2,5 meter.
- Alas segitiga sekurangkurangnya 1 meter dan tingginya 3 (tiga) kali alas segitiga.